Complex mencoba untuk meneliti bagaimana jaringan saling mengaktivasi atau

Complex adaptive system (CAS)  Teori ini bahwasanya merupakan hal yang sangat relatif  ada di fikiran setiap manusia pada umumnya dan
teori Complex adaptive system ini mulai muncul pada tahun 1980-an di
Universitas Santa fe yang terletak di New Mexico oleh John H.Holland, Murray
Gell-Mann dan lainnya. Santa Fe Institute (SFI) merupakan pusat penelitian dan pendidikan
swasta. Sejak
didirikannya pada tahun 1984, Santa Fe Institute (SFI) telah mengabdikan diri untuk
menciptakan
sebuah komunitas riset
ilmiah baru dan ilmu
pengetahuan baru.
Teori ini berkembang dari teori chaos(keos) yaitu kekacauan yaitu sensitivitas
terhadap kondisi-kondisi awal yang menimbulkan hasil yang berbeda. Dari
beberapa penjelasan teori ini hamper sama. Ada beberapa ilmuwan yang berkontribusi pada bidang Complex Adaptive System. Berikut ini beberapa para ilmuwan yan
terkenal dan karya kontribusi pengembangan Teory CAS yaitu :

§  John Holland
adalah pendiri domain genetika algoritma. Algoritma memicu sebagian besar proses evolusi
dan adaptasi. Mereka berhasil diterapkan pemecahan masalah umum, tugas kontrol dan pengoptimalan,
pembelajaran induktif (misalnya, sistem pengklasifikasian), dan pemodelan sistem ekologis.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

§  Murray Gell-Mann
adalah Co-Chairman  atau  Dewan Ilmu Pengetahuan Santa Fe Institute dan
penulis
buku  popular 
The Quark dan Jaguar: Adventures in the Simple and the Complex, dia saat ini fokus pada ilmu teory sistem adaptif
kompleks.

§  Stuart Kauffman
adalah seorang ahli biologi yang  mencoba
untuk meneliti bagaimana
jaringan saling mengaktivasi atau Gen yang menghambat dapat menyebabkan diferensiasi
jaringan
dan organ selama pengembangan embriologis. Dia juga memahami  aspek dari suatu organisasi yang ditampilkan oleh jaringan gen atau semacamnya dan/atau Reaksi kimia yang merupakan faktor penting dalam evolusi, sesuai dengan ilmu seleksi lingkungan oleh darwin.

§  Brian Goodwin
adalah seorang profesor biologi di Inggris dan anggota Dewan Direksi di Lembaga Santa Fe. Karyanya telah dibuat baru-baru  ini ialah penerapan biologi dalam bentuk ilmu sistem kompleks yang berhubungan dengan dinamika dan tatanan yang akan muncul.

Berikut ada beberapa identifikasi arti
maksud dari rangkaian kata sistem CAS sendiri, yaitu :

     
Adaptive,
adaptif 
yaitu mudah menyesuaikan (diri) dengan suatu kondisi atau keadaan

     
System,
sistem yaitu suatu susunan unsur yang
teratur dan saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas atau metode.

     
Complex,
kompleks mengandung beberapa unsur yang sulit, pelik, rumit, dan saling
berhubungan masalah yang dihadapi sulit dipecahkan.

Dapat disimpulkan terkait teori sistem adaptif yang kompleks
ialah penerapan suatu pola yang dibuat berupa strategi nonlinier yang sifatnya,
 tidak menentu, tidak stabil, susah
diprediksi. Namun hubungan tersebut memiliki pola yang menjadi acuan dan proses
yang mengarak ke perspektif kepada suatu subyek sehingga tidak sama dengan pola
hubungan yang terjadi sebelumya. Subyek yang dimaksud memiliki karakteristik
dan respon yang berbeda-beda Dengan kata lain,
sistem ini mampu mengendalikan dirinya sendiri atau melakukan sistem dengan berkerja untuk
menghasilkan pola yang kompleks sehingga dapat digunakan dalam memecahkan
permasalahan yang berbeda pula.

 Hubungan nonlinier  yang dimaksudkan ialah fenomena pada hal-hal
dengan ilmu alam dan lingkungan sekitar. Belum banyak pengembangan ilmu terkait
complex adaptive system di Indonesia yang dapat menjadi suatu landasan atau
panduan ilmu untuk beberapa kelompok. Akan tetapi sebenarnya teori terkait
complex adaptive system sendiri telah ada di sekitar kita dan merupakan praktik
dalam keseharian setiap individu maupun kelompok hanya saja kita belum
menyadari hal-hal apa saja yang menjadi contoh penjabaran terkait teori
tersebut karena minimya penjelasan tentang teori ini. Berikut beberapa
penjabaran studi kasus contoh dari complex adaptive system yang sekiranya hanya
sebagai gambaran kecil dan belum terlalu sempurna.

 

Contoh
studi kasus untuk menggambarkan beberapa penjabaran terkait CAS :

1.       
Teori ini sering di gunakan dan diterapkan oleh para
ahli-ahli akademis dan peneliti ilmu alamiah, dan sebagai bahan pembahasan
terkait ilmu alam ini seperti contoh dalam peramalan cuaca pada umumnya yang
disiarkan dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama dari cuaca yang akan
datang. Seperti yang dibuat oleh instansi yaitu program ramalan cuaca baik stasiun
televisi dilakukan pada saat kesokkan harinya. Ramalan cuaca tersebut hanya menayangkan
cuaca harian pada setiap pusat kota sibuk, 
dapat dilihat ramalan tersebut  belum tentu kebenarannya dan berita ini tak
dapat diandalkan sepenuhnya. Sehingga hal ini dapat dipahami dan ramalan cuaca
ini tidak selalu teruji kebenarannya.

2.     
Terkait ilmu alam lainnya contoh berkemampuan
untuk beradaptasi. Suatu sistem dikatakan mampu beradaptasi apabila di suatu
kondisi. Dalam hal ini terkait beradaptasi yang dilakukan setiap makhluk hidup
menemukan suatu prosedur dan pencapaian yang tidak dapat diprediksi sebelumnya.
Dan dalam kondisi apapun makhluk hidup harus dituntut untuk bertahan hidup dan
menciptakan beberapa strategi menyesuaikan diri atau beradaptasi secara efisien
dalam lingkungan yang berbeda.

3.      
Sebuah hubungan System adaptive Complex seperti interaksi
yang terjadi pada sebuah atom, dengan cara bergesekkan satu sama lain dan dapat
membentuk suatu  pola tertentu. Keadaan
ini sangat mirip dengan pola hubungan antra anggota masyarakat demokrasi
khususnya di Indonesia. Dengan bermufakat dan bermusyawarah satu sama lain
dalam suatu organisasi, mereka akan mencapai suatu keputusan yang sering kali
tidak sesuai dengan aturan-aturan yang tertulis di perusahaan atau organisasi.
Dalam permufakatan tersebut terjadi proses adaptasi yang saling mengakomondasi
pendapat dan keinginan orang lain dan menghasilkan suatu kesepakatan yang telah
dipertimbangkan sesama pihak.

4.     
 Dalam contoh
penerapan Teori sistem adaptif yang kompleks dari segi organisasi sosial

Terkait organisasi kelompok Suatu
perusahaan, yang mampu bertahan dan berumur panjang bukanlah yang terkuat
melainkan yang paling adaptif, yaitu yang selalu menyesuaikan kondisi diri
terhadap berbagai perubahan-perubahan dari eksternal. Sebuah organisasi yang
adaptif salah satunya adalah yang mampu untuk fokus pada pengembangan perubahan
ekonomi, bisnis dan sistem strategi dengan tujuan mempertinggi performance
organisasi; seperti profitability, growth, liquidity dll. Memanfaatkan IT
adalah salah satu perubahan untuk mengotomasi bentuk baru dalam suatu organisasi
perusahaan yang sifatnya tidak sekedar proaktif, namun juga dapat otomatis
membuat perubahan dengan usaha manual lewat sebuah proses maupun dengan
menggunakan otomasi teknologi viametric analysis. Mereka mampu bertindak antisipatif
dalam menghadapi masalah eksternal sekaligus mencegah masalah terjadi. Berikut
complex adaptive system yang dapat dilihat dari sebuah organisasi perusahaan:

1.       
Interaksi dan umpan balik yang complex dalam organisasi menimbulkan perilaku yang tidak segaris lurus (non linear)

2.     
 Sistem bersifat adaptive artinya mempertahankan
struktur esensial saja, selebihnya menyesuaikan dengan lingkungan

3.      
Dinamakan system karena
keseluruhan lebih dari jumlah bagian-bagiannya (emergent properties)

4.     
Perilaku yang tidak segaris lurus dan respons adaptive
menimbulkan kesulitan untuk memprediksi sistem

Banyak
organisasi merancang proses-proses internal, terus memperbaharui atau
menciptakan strategi dari waktu ke waktu, untuk mengatasi perubahan di lingkungan
eksternal maupun internal perusahaan. Dalam setiap organisasi mempunyai
beberapa sistem didalamnya yang bertujuan untuk memperbaiki atau mengevaluasi
kinerja organisasi di masa lalu, sebagai pembelajaran di struktur dimasa yang
akan datang. Dalam hal ini merupakan perbaikan internalisasi perusahaan.

Untuk itu syarat bagi
keberhasilan suatu CAS dalam sebuah organisasi adalah :

·       
Pertama,
masing-masing komponennya dapat beradaptasi dengan efisiensi.

·       
Kedua, memiliki suatu
mekanisme internal yang mampu menjaga kestabilan sistem secara sukarela,
serentak, dan otomatis tanpa diperintah.

·       
Ketiga, struktur yang
selalu diperbaharui sehingga mengungguli setiap keadaan

Manfaat Menjadi Adaptive yang dapat diterima dalam
Sistem Kompleks Adaptif dalam Organisasi sebagai berikut:

·       
Meningkatkan value yang diberikan ke organisasi lewat posisi
yang memberikan keuntungan terbaik dari pertumbuhan opportunity. Juga pemahaman
dan kontrol over cost dan kemampuan untuk bertindak cepat pada kesempatan baru
demi memaksimalkan keuntungan sebuah perusahaan

·       
Memungkinkan sebuah organisasi tersebut untuk tidak sekedar
mampu bereaksi/bertindak namun mampu bertindak cepat dan tepat sesuai prosedur.
Kecepatan dalam menangkap opportunity tersebut mencakup pengaruh langsung pada
kemampuan untuk memanfaatkannya lebih lanjut. Sebagai contoh parameter
keberhasilannya adalah seberapa cepat sebuah line bisnis mampu melaunching
sebuah produk baru tanpa didahului oleh pesaing.

·       
Kemampuan yang mengijinkan sebuah organisasi untuk selalu
siap bertindak ketika sebuah kesempatan telah teridentifikasi, baik sebuah
kesempatan bisnis, keperluan kompetisi baru, ataupun kesempatan untuk
menggunkan teknologi untuk mendukung business services. Sebuah adaptive
organization akan menciptakan proses dan struktur yang dapat dirubah dengan
sedikit pengaruh, usaha dan minimum perselisihan

·       
Mengatur penggunaan sumber critical organisasi ; seperti
financial dan sumber daya manusia, untuk menghasilkan benefit yang paling
optimal bagi perusahaan.

Kesimpulan

Teory sistem adaptif
yang kompleks  merupakan suatu konsep
dasar yang menjelaskan hubungan sistematis suatu fenomena dan keadaan dengan
cara merinci suatu hubungan sebab – akibat yang akan terjadi. Di kehidupan
sehari-hari istilah sistem teori sering dihubungkan dengan praktik keseharian,
penjelasan sistem teori masih cenderung minim, dan terkadang masyarakat sendiri
sulit memahami karena cenderung menganalisis secara abstrak. Memahami pemikiran
secara abstrak barangkali bukan tugas yang mudah. Namun, sesuatu yang sulit
bukan berarti tidak berguna. Seorang ahli mengatakan, tidak ada yang lebih
praktis daripada teori yang bermanfaat, artinya, dengan menguasai suatu teori
secara baik seseorang akan lebih mudah menangani hal-hal praktis yang berkaitan
dengan ilmu dilapangan. Dibelakang setiap sistem teori terdapat asumsi-asumsi
yang membentuk sudut pandang suatu teori biasanya asumsi tersebut berpola
objektif dan subjektif. Maksudnya, realita secara objektif dapat diukur,
dinilai, dan diperbandingkan, dengan satu sama lain. Sedangkan pola subjektif
mengasumsikan lebih kepada perorangan yang dapat berfikir berbeda-beda pada
suatu objek yang sama. membuat sebuah pola yang dibuat untuk menentukan apa
yang akan dilakukan. Dalam suatu subjek perusahaan sendiri mampu menangkap sebuah
objek opportunity  yang berpengaruh
langsung pada line bisnis sebuah perusahaan tanpa didahului oleh pesaing .

Dari penjelasan diatas pemikiran
akan menjadi semakin terbuka dengan tidak adanya jurang pemisah antara
ilmu-ilmu eksak dengan ilmu sosial Masyarakat dunia juga seharusnya semakin
sadar bahwa dibutuhkannya kesatuan dalam ilmu pengetahuan untuk mengatasi
permasalahan-permaslahan yang muncul di belahan dunia manapun “oleh Bertalanffy”.