BAB yang hanya berdasarkan data klinis dan laboratorium berkisar

BAB
1

PENDAHULUAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

A.    Latar Belakang

Appendiks merupakan salah satu organ yang sering
ditemui pada pemeriksaan USG. Kasus yang sering ditemui adalah appendiksitis.
Lebih dari 250,000 kasus appendiksitis terdiagnosa dalam 1 tahun di Amerika
Serikat dan appendectomy merupakan
operasi kecil terbanyak yang dilakukan di dunia.(1)

Penegakan diagnosa pada appendiksitis tidak mudah
dilakukan karena data klinis, laboratorium dan penunjang radiologi sering tidak
memberikan diagnosa yang tepat. Data penelitian yang terdahulu menunjukkan
jumlah negatif laparotomy yang hanya
berdasarkan data klinis dan laboratorium berkisar 16% sampai 47% dengan
rata-rata 26 %. Sedangkan pada imaging radiologi lebih kecil, berkisar 6-10%.(2) Pada penelitian
yang lain, memiliki nilai 3.7-13.5 % pada anak-anak dan 12% pada orang dewasa
untuk penunjang radiologi.(3)

Penilaian menggunakan USG merupakan penunjang
radiologi terbaik yang digunakan saat ini karena memiliki akurasi yang tinggi,
noninvasive, relatif murah, tidak ada efek radiasi dan aman untuk anak-anak dan
wanita hamil.(1,4,5). Namun
pemeriksaan USG juga sering memberikan kesalahan dalam mendiagnosis appendiks
karena kemampuan dari sonographer, nyeri tekan pada klinis abdominal pain, lokasi dari retrocecal
appendiks yang berbeda-beda, dan pasien obesitas.(5–9).

Kompresi bertahap (graded compression) yang dicetuskan oleh puylaert(10) merupakan
teknik dasar yang digunakan dalam pemeriksaan USG appendiks saat ini.(1–3,5–7,10–15). Berdasarkan
data terdahulu, teknik ini memiliki sensitivitas 76%-96% spesifisitas 87%-100%(4,5,8,12,14,16) dan rata-rata
akurasi menncapai 83%-96% untuk kasus appendiksitis. (12,16) Sedangkan,
untuk appenndiks normal tingkat akurasinya mencapai 82%.(15) Namun, Karena
kondisi pasien yang berbeda-beda menurunkan presentasi akurasi teknik tersebut.
Teknik ini juga hanya ideal dilakukan pada pasien anak-anak dan tubuh orang dewasa
yang kurus, sedangkan untuk pasien yang memiliki tubuh yang gemuk, sulit untuk
terdiagnosa.(12).

Karena
kondisi tersebut diperlukan sebuah kombinasi teknik tambahan (adjuvant) untuk meningkatkan visualisasi
gambaran dan akurasi gambaran tersebut. Teknik adjuvant terdapat beberapa jenis sesuai dengan kondisi klinis dan
tubuh pasien. Oleh karena itu, penulis ingin mengkaji lebih dalam tentang
keunggulan  kombinasi teknik adjuvant sesuai dengan kondisi pasien
yang akan dijelaskan pada skripsi saya yang berjudul ” Teknik Pemeriksaan USG
Appendiks dengan Kombinasi Teknik Adjuvant
di Laboratorium USG Poltekkes Kemenkes Jakarta II”.

 

B.    
Rumusan
Masalah

1.      Bagaimana
prosedur USG appendiks dari masing-masing teknik adjuvant ?

2.      Apakah
keunggulan dan kekurangan dari masing-masing teknik adjuvant yang digunakan?

 

C.   
Batasan
Masalah

Batasan
masalah yang akan diteliti adalah mengevaluasi pemeriksaan ultrasonografi
appendiks dengan menggunakan teknik adjuvant
pada pasien appendiks normal di laboratorium USG Poltekkes Kemenkes Jakarta II.
Bagian yang diteliti hanya prosedur, teknik skening dan hasil gambaran
appendiks dari teknik adjuvant.

 

D.   
Tujuan
Penulisan

Dilihat dari latar belakang penulisan makalah
ini maka dapat disimpulkan tujuan penulisan makalah ini menjadi dua yakni tujuan
umum dan tujuan khusus.

1.      Tujuan umum

Untuk menganalisis prosedur, teknik skening, dan hasil gambaran dari
masing-masing teknik adjuvant di
laboratorium USG Poltekkes Kemenkes Jakarta II

2.      Tujuan Khusus

a.       Untuk mendeskripsikan dan mengevaluasi prosedur
masing-masing teknik adjuvant di
laboratorium USG Poltekkes Kemenkes Jakarta II

b.      Untuk mengevaluasi kelebihan dan kekurangan dari
setiap teknik adjuvant di
laboratorium USG Poltekkes Kemenkes Jakarta II

c.       Untuk menentukan teknik adjuvant yang sesuai dengan keadaan pasien yang berbeda-beda di
laboratorium USG Poltekkes Kemenkes Jakarta II

 

E.     Manfaat Penulisan

1.      Manfaat Teoritis

Sebagai media untuk mengembangkan pengetahuan, wawasan dan referensi dalam
penatalaksanaan USG appendiks

2.      Manfaat Praktisi

Sebagai referensi dalam menghasilkan gambaran USG pada appendiks yang baik
pada kondisi pasien yang berbeda-beda sehingga dapat menegakkan diagnosa secara
tepat dan akurat.

 

F.     Keaslian Penelitian

Belum pernah ada penelitian dengan judul “Teknik USG Appendiks dengan
kombinasi teknik Adjuvant di
Laboratorium USG Poltekkes Kemenkes Jakarta II”
dari segi aspek masalah penelitian, tujuan penelitian, tempat dan waktu
penelitian, kerangka konsep, rancangan penelitian, populasi dan sampel,
instrument penelitian, teknik pengumpulan, pengolahan dan analisis data
penelitian.