1. yang akan diperoleh siswa melui penyelidikan. Siswa diminta

1.      Pengertian
Model Pembelajaran Inkuiri Terstruktur

Banchi & Bell (2008) menyatakan
bahwa inkuiri terstruktur merupakan salah satu model pembelajaran dimana guru
memberikan suatu permasalahan yang disertai dengan prosedurnya untuk dilakukan
penyelidikan oleh siswa. Model pembelajaran inkuiri terstruktur tidak
memberitahukan tentang hasil yang akan diperoleh siswa melui penyelidikan.
Siswa diminta untuk menentukan sendiri hubungan antar variabel hingga
penyimpulan berdasarkan data yang diperoleh secara mandiri dan dibimbingan guru
(Colburn, 2000). Kegiatan penyelidikan
tersebut memberikan pengalaman yang lebih bermakna pada siswa, sehingga
informasi yang diperoleh siswa akan cukup kuat untuk disimpan dalam memorinya. Model
pembelajaran inkuiri terstruktur, membuat siswa terlibat secara aktif dalam
kegiatan eksperimen dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang telah tercantum di
dalam Lembar Kerja Siswa (LKS).

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Sintaks model pembelajaran inkuiri
terstruktur :

Tabel 2.2.
Sintaks Model Pembelajaran Inkuiri Terstruktur

Fase

Kegiatan

Mengeksplorasi
Fenomena
 (Exploring a phenomenon)

Guru membimbing siswa untuk mengamati
sebuah fenomena atau kejadian unik untuk menumbuhkan keingintahuan siswa.

Fokus
pada sebuah pertanyaan
(Focusing on a question)

Menetapkan suatu rumusan masalah yang
layak untuk dijawab melalui kegiatan eksperimen. Pertanyaan diperoleh dari
ide siswa atau guru selama pembelajaran.

Merencanakan
kegiatan penyelidikan
(Planning the investigation)

Siswa dibantu oleh guru untuk melaksanakan
kegiatan merancang desain eksperimen, mengidentifikasi peralatan yang akan
digunakan, menentukan hipotesis, membuat tabel data, dan mengidentifikasi
keamanan kerja yang akan dilakukan selama proses pembelajaran.

Melaksanakan
penyelidikan
(Conducting the investigation)

Siswa melaksanakan kegiatan
eksperimen untuk mengumpulkan data, mencatat hasil data eksperimen dalam data
yang telah dibuat, dan data yang diperoleh dibuat dalam bentuk grafik.

Menganalisis
data hasil pengamatan
(Analyzing the data and evidence)

Siswa menganalisis dan menyimpulkan berdasarkan
hasil yang telah diperoleh melalui kegiatan eksperimen.

Membangun
pengetahuan baru
(Constructing new knowledge)

Hasil yang talah diperoleh selama
proses pembelajaran dihubungkan dengan teori yang sudah ada dan siswa saling
merefleksi makna dari pengetahuan yang didapat proses pembelajaran.

Mengkomunikasikan
pengetahuan baru
(Communicating new knowledge)

Siswa mengkomunikasikan hasil
eksperimennya dalam bentuk presentasi/laporan/artikel ilmiah.

(Llewellyn, 2013)

 

Menurut Salim dan Tiawa (2015)
menyatakan bahwa model pembelajaran inkuiri terstruktur merupakan model
pembelajaran yang mendorong siswa untuk terlibat aktif dan kreatif dalam proses
pembelajaran untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam memecahkan
masalah. Model pembelajaran inkuiri terstruktur dalam proses pembelajarannya
yaitu menyeimbangkan 3 kompetensi yang terdiri dari sikap, pengetahuan dan
keterampilan, sehingga pembelajaran lebih bermakna.

Sesuai dengan uraian diatas, dapat
dinyatakan bahwa suatu proses pembelajaran dengan diterapkannya model
pembelajaran inkuiri  terstruktur  akan dapat membuat siswa aktif dan kreatif dalam
memperoleh informasi yang diinginkan. Guru menyediakan rumusan masalah yang
disertai prosedur eksperimen agar siswa terdorong dalam memperoleh informasi
melalui kegiatan eksperimen. Siswa dapat menentukan hubungan variabel
eksperimen hingga pengelolaan data untuk mendapatkan kesimpulan, dimana
kesimpulan tersebut merupakan informasi yang diinginkan.